Pentingnya Rest Day di Tengah Latihan yang Intens

Rest day adalah hari di mana Anda berhenti sejenak dari rutinitas olahraga yang selama ini Anda lakukan demi memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih dan meregenerasi diri.

Perlu Anda pahami bahwa rest day juga menjadi bagian penting dari program latihan yang sehat dan berkelanjutan karena tanpa adanya waktu istirahat, tubuh kuat dan kekar yang Anda impikan tidak akan pernah terwujud.

Apa Pentingnya Melakukan Rest Day?

Apabila Anda bertanya apa pentingnya melakukan rest day di tengah rutinitas olahraga maka jawabannya ada banyak hal.

1. Ketika Anda berolahraga, terlebih lagi dengan intensitas yang tinggi maka otot akan mengalami kelelahan yang membuat kinerja fisik menurun.

Akibatnya, sulit bagi Anda untuk mengimbangi hasil latihan yang sudah pernah dicapai sebelumnya apalagi untuk bisa melebihinya.

2. Otot yang dipaksa untuk terus bekerja akan mengalami kerusakan dan tentu saja membutuhkan waktu untuk pulih kembali.

Masa pemulihan saat rest day inilah yang penting karena selain meregenerasi otot yang rusak, otot pun akan menjadi lebih tebal dan tumbuh lebih kuat daripada sebelumnya.

3. Terlalu banyak berolahraga tanpa meluangkan waktu untuk beristirahat bisa membuat Anda overtraining dan cedera dengan gejalanya yang meliputi:

  • Kelelahan berkepanjangan
  • Nyeri Otot atau Sendi yang Tidak Kunjung Membaik
  • Kemurungan
  • Perubahan nafsu makan

Berapa Kali Rest Day dalam Seminggu?

Para ahli menyarankan untuk melakukan rest day 1-3 hari dalam seminggu. Namun jumlah ini akan bergantung pada banyak faktor, seperti:

1) Tingkat kebugaran Anda saat ini

Pemula biasanya membutuhkan rest day lebih sering dibandingkan mereka yang sudah aktif olahraga dalam waktu lama.

Maka dari itu, dua hari sekali untuk beristirahat adalah waktu yang ideal. Hal ini dikarenakan pemulihan otot yang rusak bagi seorang pemula biasanya berjalan lebih lambat.

Namun jika Anda sudah lebih terbiasa berolahraga maka rest day bisa dilakukan setiap 3 hari sekali hingga satu kali dalam seminggu.

2) Jenis latihan yang dilakukan

Jenis latihan akan menentukan jadwal rest day yang perlu Anda lakukan. Jika olahraganya berdampak rendah atau ringan, seperti berenang atau bersepeda maka hanya memerlukan lebih sedikit istirahat, misalnya satu kali seminggu.

Akan tetapi jika Anda melakukan latihan berat seperti angkat beban maka 2-3 kali rest day dalam seminggu perlu dilakukan.

3) Intensitas dan durasi latihan

Semakin keras dan lama Anda berlatih maka semakin banyak waktu istirahat yang dibutuhkan oleh tubuh. American College of Sports Medicine menganjurkan untuk rest day selama dua hari di antara sesi olahraga dengan intensitas yang tinggi.

Bagaimana Cara Melakukan Rest Day dengan Benar?

Cara melakukan rest day yang paling benar adalah tidak melakukan rutinitas olahraga yang biasa Anda lakukan. Sebagai gantinya, Anda bisa mencoba beberapa hal berikut ini:

  • Misalnya membaca buku, menonton film, mendengarkan lagu
  • Pergi bersama teman atau keluarga
  • Menjadi volunteer kemanusiaan
  • Mempertimbangkan untuk melakukan Active Recovery Days (ARD) atau hari pemulihan aktif

Apa Itu Active Recovery Days saat Rest Day?

Active Recovery Days (ARD) atau hari pemulihan aktif adalah aktivitas yang boleh dilakukan saat rest day dengan cara mengalokasikan waktu untuk bergerak atau latihan fisik dengan intensitas rendah atau sedang.

Cara ini dilakukan untuk membantu tubuh pulih tanpa menimbulkan stress berlebih atau kerusakan tambahan pada otot maupun jaringan tubuh.

Active Recovery Days yang biasanya dilakukan, di antaranya:

  • Berjalan santai
  • Bersepeda ringan
  • Yoga
  • Berenang
  • Meditasi
  • Peregangan
No ratings yet.

Please rate this