Tips Olahraga untuk Pengidap Penyakit Jantung

Mengidap penyakit jantung bukan berarti kamu tidak bisa berolahraga sama sekali. Faktanya, berolahraga secara teratur (minimal 150 menit setiap minggu) bisa meningkatkan fungsi jantung, mempercepat pemulihan penyakit kamu, bahkan bisa menghentikan beberapa obat yang kamu gunakan.

Namun, mengingat kondisi jantung yang tidak terlalu kuat, pengidap penyakit jantung tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga berat, seperti angkat beban maupun latihan yang menggunakan gerakan mendadak. Hal itu karena jenis olahraga tersebut bisa memacu jantung berdetak lebih cepat untuk menyesuaikan diri.

Olahraga yang dianjurkan untuk pengidap jantung adalah olahraga ringan yang bersifat aerobik, seperti jalan cepat, lari, yoga, dan bersepeda santai, yang bermanfaat memicu pelepasan hormon endorfin.

Meski begitu, pengidap jantung juga perlu memperhatikan tips-tips berikut ini agar aman saat berolahraga:

1. Bicarakan Terlebih Dahulu dengan Dokter

Sebelum memutuskan untuk berolahraga, ada baiknya jika kamu membicarakan rencana olahragamu dengan dokter. Tanyakan apakah jenis olahraga yang ingin kamu lakukan aman untuk kondisi kesehatanmu dan cari tahu kegiatan apa saja yang harus dihindari. Tidak hanya pantangan dalam olahraga saja, cari tahu juga tugas rumah tangga yang tidak diperbolehkan. Misalnya, mengangkat barang yang sangat berat, menyangkul, dan lain-lain.

2. Pemanasan dan Pendinginan

Setiap orang, termasuk juga pengidap jantung disarankan untuk melakukan pemanasan selama kurang lebih 5 menit sebelum berolahraga dan pendinginan setelah berolahraga. Kedua hal ini sangat penting untuk mencegah jantung meningkat drastis secara mendadak yang dapat mengakibatkan risiko yang serius.

3. Selalu Pantau Denyut Jantung

Tips agar olahraga untuk pengidap jantung aman, kamu perlu memantau denyut jantungmu setiap saat. Gunakanlah alat monitor denyut jantung atau kamu juga bisa mengecek nadi di pergelangan tangan sebelum dan setelah berolahraga. Rumusnya adalah 220 dikurangi usiamu. 80 persen dari hasil pengurangan tersebut adalah denyut nadi maksimalmu. Jika alat monitor sudah menunjukkan denyut nadi maksimal, segera kurangi intensitas olahraga dan beristirahat.

4. Bawa Obat Jantung

Untuk berjaga-jaga, selalu bawa nitroglycerin atau obat lain yang telah diresepkan oleh dokter selama berolahraga.

5. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Jangan lupa untuk sering-sering minum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga agar tubuhmu tetap terhidrasi dengan baik.

6. Segera Berhenti Ketika Tanda-Tanda Ini Muncul

Jika kamu sudah merasa lelah, mual, pusing, sesak napas, dan nyeri dada, segera berhenti dari olahraga yang kamu lakukan.

7. Rutin Berolahraga

Lakukanlah olahraga secara rutin 3–5 kali seminggu selama kurang lebih 30–45 menit yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

No ratings yet.

Please rate this