sudah diet dan olahraga tapi berat badan naik

Sudah Diet dan Olahraga Tapi Berat Badan Malah Naik, Kenapa Ya?

Sehabis olahraga dan diet, mungkin Anda langsung buru-buru mengambil timbangan. Namun, betapa kagetnya Anda saat melihat ternyata berat badan Anda justru naik. Bagaimana bisa Anda sudah diet dan olahraga tapi berat badan malah naik? Jangan kesal, ada beberapa alasan mengapa Anda mengalami kenaikan berat badan, terutama di awal-awal diet dan program olahraga. Yuk, intip alasannya berikut ini!

Tubuh dalam masa penyembuhan

Saat Anda baru memulai program olahraga baru, tubuh Anda akan mengalami beberapa perubahan. Salah satunya adalah perubahan pada serat otot Anda. Kemungkinan besar Anda merasa pegal atau nyeri otot sehabis berolahraga, setidaknya dalam seminggu atau dua minggu pertama. Inilah tanda-tanda adanya micro tears atau robekan mikro pada otot Anda. 

Nah, dikarenakan robekan dan peradangan otot akibat olahraga ini, tubuh Anda mulai meresponsnya dengan kenaikan berat badan. Ini merupakan cara tubuh menyembuhkan otot-otot, sehingga Anda bisa kembali berolahraga dengan lebih optimal. Jadi, jangan kaget meskipun sudah diet dan olahraga tapi berat badan malah naik, ya!

Kebutuhan glikogen yang meningkat

Tubuh tentunya membutuhkan lebih banyak energi saat Anda mulai berolahraga. Karenanya, tubuh menyimpan lebih banyak glikogen (gula) yang kemudian akan diubah menjadi glukosa sebagai asupan energi bagi otot.

Namun, ini juga tidak menjelaskan alasan sudah diet dan olahraga tapi berat badan malah naik. Alasannya yakni karena glikogen berasal dari makanan yang Anda konsumsi. Sehingga, tidak heran kalau Anda lebih sering merasa lapar dan haus saat berolahraga. 

Penambahan massa otot baru

Seperti yang kita ketahui, olahraga menyebabkan pembakaran lemak dan pembentukan massa otot baru. Inilah yang menjadi penyebab mengapa sudah diet dan olahraga tapi berat badan malah naik. 

Saat awal permulaan olahraga, tubuh mulai membentuk massa otot baru. Namun, Anda membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 bulan sampai tubuh bisa membentuk massa otot tanpa lemak. Maka dari itu, jangan menyerah dengan program olahraga saat Anda melihat timbangan dan berat badan naik. Ini adalah selangkah maju menuju bentuk tubuh ideal Anda. 

Diet yang padat kalori

Banyak orang yang menganggap bahwa diet itu sama saja dengan mengurangi porsi makan atau frekuensi makan. Padahal, anggapan keliru seperti inilah yang menyebabkan mengapa Anda sudah diet dan olahraga tapi berat badan malah naik. Anda belum memperhatikan menu diet yang seimbang dan kaya nutrisi. 

Cobalah hitung asupan kalori Anda setiap hari menggunakan kalkulator kalori yang sudah banyak tersedia di internet. Kemudian, kurangi karbohidrat dan tambah asupan protein yang efektif mempercepat metabolisme tubuh. Anda pun bisa melakukannya dengan menu sarapan padat protein agar rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga Anda tidak perlu makan siang dalam porsi yang banyak. 

Tidak melakukan olahraga angkat beban dan kardio

Banyak orang yang hanya melakukan satu jenis olahraga saja dan berekspektasi berat badan mereka akan turun. Nyatanya, program olahraga yang efektif merupakan program olahraga yang variatif, sudah dirancang sedemikian rupa agar dapat melatih tubuh sesuai dengan tujuan olahraga Anda. 

Olahraga angkat beban, salah satunya, dapat membantu tubuh mempertahankan massa otot yang seringkali ikut hilang saat tubuh membakar lemak. Selain itu, olahraga angkat beban juga mencegah penurunan metabolisme tubuh. Anda pun perlu mengimbanginya dengan olahraga kardio yang dapat membakar lemak tubuh, terutama lemak di area perut. 

Terlalu lama menjalani program diet

Program diet yang baik adalah program diet yang berhasil sesuai deadline. Hindari memperpanjang durasi program diet dengan tujuan untuk menurunkan lebih banyak berat badan. 

Ini menjadi salah satu penyebab utama mengapa Anda sudah diet dan olahraga tapi berat badan malah naik, karena tubuh mencapai kondisi weight loss plateau atau tidak mampu lagi untuk menurunkan berat badan. Jika sudah sampai tahap ini, tambahkan asupan makanan sebanyak 100 kalori/hari, istirahat yang cukup, dan fokus olahraga angkat beban. 

Itu dia beberapa alasan mengapa saat Anda sudah diet dan olahraga tapi berat badan malah naik, lengkap juga dengan solusi yang bisa dilakukan. Agar olahraga lebih optimal dan efektif, maka sebaiknya Anda ikut program olahraga bersama trainer profesional, seperti yang ada di ReFIT. Gym ReFIT sudah dilengkapi dengan peralatan olahraga dan trainer profesional yang siap membantu Anda!

No ratings yet.

Please rate this

Mela Gunawan, Fitness Entrepreneur. Co Founder dan Chief Marketing Officer ReFIT Indonesia, Nationwide Affordable Gym. Memiliki pengalaman di bidang marketing komunikasi dan di industri Fitness sejak tahun 2012. Selain itu, Mela sangat aktif berolahraga dan bergaya hidup sehat. Visinya mendirikan ReFIT Indonesia ini yakni ingin menyehatkan seluruh masyarakat Indonesia.

Leave a Comment.