Perbedaan ‘Nyeri Baik’ dan ‘Nyeri Buruk’ dalam Berolahraga

Apa itu nyeri baik?

Nyeri baik sering disebut DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness). Kondisi ini terjadi ketika kamu menantang otot dengan sesuatu yang tidak biasa, seperti melakukan olahraga baru, kembali berolahraga setelah lama vakum, atau meningkatkan intensitas olahraga.

Rasa nyeri biasanya muncul dalam 24-48 jam setelah berolahraga dan sensasinya adalah nyeri tumpul pada area otot yang kamu latih.

Rasa sakit ini berasal dari mikrotrauma dan peradangan di dalam tendon dan otot, yang pada akhirnya mengarah pada pembentukan otot yang lebih kuat dengan membangun jaringan yang lebih padat.

Selain itu, jenis olahraga tertentu, seperti latihan intensitas tinggi dapat menghasilkan penumpukan asam laktat di ototmu, yang bertanggung jawab atas rasa sakit “terbakar” yang kamu rasakan menjelang akhir set latihan.

Jangan khawatir jika merasakan rasa nyeri ini setelah berolahraga karena itu adalah hal yang baik, dan ada cara untuk membantu menguranginya, yaitu:

  • Peregangan statis di akhir latihan.
  • Menggunakan foam roller dan massage ball di titik pemicu untuk membantu memijat otot yang sakit untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Melakukan latihan ringan atau intensitas rendah di antara latihan.
  • Konsumsi makanan yang mengandung flavonoid seperti ceri, stroberi, blueberry, dan blackberry setelah berolahraga untuk mengurangi timbulnya DOMS.

 

Apa itu nyeri buruk?

Jika kamu merasakan sakit yang tampaknya bersifat muskuloskeletal, yang lebih lama dan membatasi gerakan, ini bisa jadi merupakan cedera.

Terus berolahraga dengan cedera tidak akan memungkinkanmu untuk mendorong rasa sakit atau mencapai tujuan olahragamu. Hal itu hanya akan memperburuk keadaan. Kamu harus berhenti dan mencari rencana pemulihan.

Konsultasikan rasa nyeri ini kepada instruktur, personal trainer, atau hubungi profesional kesehatan agar segera diatasi.

 

Perbedaan nyeri baik dan nyeri buruk

Ada beberapa perbedaan yang mencolok antara nyeri baik dan buruk dalam olahraga, yaitu:

  • Rasa nyeri yang baik secara bertahap menumpuk dan tidak muncul begitu saja, tetapi rasa nyeri yang buruk sering kali datang tiba-tiba, kamu merasakan tarikan yang serius pada otot dan mungkin mendengar suara letupan atau retakan di sekitar persendian.
  • Saat kamu merasakan nyeri yang baik, rasa sakit itu menyebar ke suatu area sebagai tanda bahwa otot-otot yang tidak berolahraga sama sekali atau untuk sementara waktu sedang dibangun atau diperkuat, tetapi jika kamu merasakan sakit yang berasal dari satu area dan kamu dapat menentukan asal yang tepat, maka itu adalah rasa sakit yang buruk.
  • Nyeri yang baik mudah ditoleransi, tetapi nyeri yang buruk biasanya parah dan seringkali sulit untuk ditoleransi.
  • Saat berolahraga, penting untuk diketahui bahwa jika kamu merasakan nyeri pada persendian, terutama lutut, pergelangan kaki atau tulang belikat, maka itu pasti jenis nyeri yang buruk dan kamu tidak boleh melanjutkan latihan sampai kamu mendapatkan penanganan medis. Ingat bahwa tidak ada nyeri sendi yang baik dalam olahraga.
  • Jika kamu merasa mati rasa atau rasa sakit yang menjalar, maka itu jelas bukan pertanda baik dan kamu tidak hanya harus segera berhenti, tetapi juga mengunjungi dokter.
  • Pada dasarnya, memperhatikan dan membaca kondisi tubuhmu sendiri adalah indikator terbaik membedakan antara rasa nyeri yang baik dan buruk. Perhatikan bagaimana perasaanmu sebelum, selama, dan setelah berolahraga setidaknya selama 1-2 hari.
No ratings yet.

Please rate this