penyebab kejang pada otot

Penyebab Kejang Pada Otot yang Harus Anda Ketahui

Apakah Anda pernah mengalami kejang pada otot secara tiba-tiba? Banyak orang yang menyebut kejang pada otot yang terjadi saat tidur dengan istilah “salah bantal.” Padahal, sebenarnya kejang pada otot bisa dipicu oleh beberapa hal yang kemungkinan besar sering Anda lakukan, baik disadari maupun tidak. Berikut ini beberapa penyebab utama dari kejang pada otot. 

Bergerak terlalu cepat

Salah satu penyebab kejang pada otot yang paling umum terjadi adalah tubuh yang bergerak terlalu cepat. Biasanya, kejang pada otot terjadi saat Anda mengubah posisi tidur secara tiba-tiba. Oleh karenanya, biasakan tubuh untuk tidak bergerak terlalu cepat secara tiba-tiba, terutama ketika Anda dalam posisi duduk atau berbaring selama berjam-jam. 

Kurang pemanasan sebelum olahraga

Tubuh lebih banyak bergerak dalam intensitas tinggi saat berolahraga. Itulah mengapa penting sekali bagi Anda untuk selalu melakukan pemanasan, setidaknya selama 10 menit, sebelum memulai olahraga. Pemanasan juga berlaku untuk setiap jenis olahraga, mulai dari olahraga kardio seperti jogging hingga olahraga intensitas tinggi seperti angkat beban. 

Pertama-tama, Anda bisa merenggangkan anggota gerak tubuh dengan gerakan senam yang simple. Lalu, mulai olahraga namun dalam intensitas rendah untuk semakin meluweskan tubuh agar tidak memicu terjadinya kejang pada otot saat berolahraga. 

Kelelahan dan stres

Kejang pada otot juga bisa dipicu oleh otot tubuh yang merasa kelelahan. Ketika saraf yang menjalar dari otak dan sumsum tulang belakang ke otot-otot tubuh berkontraksi secara penuh atau terlalu berlebihan, maka tubuh akan merespons dengan kejang otot atau kram. 

Selain itu, kondisi Anda yang sedang stress juga bisa menyebabkan otot tubuh lebih tegang, sehingga semakin memicu terjadinya kejang pada otot ini. Biasakan diri untuk tidak menahan tensi berlebihan di otot. Coba bernapas secara dalam dengan perlahan-lahan, lalu lemaskan otot-otot tubuh Anda. Dengan begitu, Anda sudah dapat menurunkan risiko kejang pada otot. 

Berolahraga di tempat yang lembap dan panas

Mungkin Anda berpikir kalau olahraga di tempat yang panas akan membuat tubuh mengucurkan lebih banyak keringat, sehingga pembakaran lemak juga jadi lebih optimal. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena malah akan menyebabkan kejang pada otot. Kejang otot yang disebabkan oleh kondisi tubuh yang overheating biasanya juga dikenal dengan istilah heat cramps

Kejang otot seperti ini terjadi saat tubuh kehilangan air dan garam (seperti keringat) dalam jumlah yang terlampau besar. Anda pun akan merasakan kram di area perut, lengan, dan betis. Namun, Anda juga tidak dianjurkan untuk berolahraga di tempat yang terlalu dingin karena juga bisa memicu kejang pada otot. Sebaiknya, hindari memakai pakaian olahraga yang terlalu ketat supaya tubuh pun jadi lebih leluasa bergerak. 

Akibat penyakit yang lebih serius

Kejang pada otot merupakan gejala dari beberapa penyakit serius. Ketika frekuensi kejang atau kram sering terjadi dan bahkan tidak kunjung mereda, bisa jadi ini menjadi pertanda bahwa adanya kerusakan permanen di saraf otot. Beberapa penyakit yang memiliki gejala kejang otot antara lain kerusakan otak, kerusakan saraf tulang belakang, cerebral palsy, ALS, sklerosis, dan Krabbe disease

Dehidrasi

Tubuh yang kehilangan cairan, alias dehidrasi, juga bisa memicu kejang pada otot. Fakta ini juga sehubungan dengan heat cramps yang sudah dijelaskan di atas. Maka dari itu, pastikan Anda sudah memenuhi asupan cairan sehari-hari, minimal sekitar 8 gelas air per hari. 

Nah, apa saja tanda-tanda dari tubuh dehidrasi? Contoh paling umum adalah bibir pecah-pecah, rasa haus, merasa pusing, warna urin yang kuning, dan bau mulut. Selalu bawa botol air minum ke manapun Anda bepergian, terutama saat berolahraga, agar tubuh tidak dehidrasi dan terhindar dari kejang otot. 

Ketidakseimbangan elektrolit

Elektrolit merupakan faktor utama bagi tubuh agar terhindar dari kejang otot. Ini dikarenakan elektrolit sangat dibutuhkan otot untuk bekerja optimal. Elektrolit sendiri sebetulnya terdiri oleh sodium, potassium, magnesium, dan klorida. 

Apabila tubuh kekurangan satu dari kandungan elektrolit tersebut, maka yang terjadi adalah otot tetap bisa berkontraksi namun kehilangan kemampuan untuk kembali rileks. Inilah yang memicu terjadinya kejang pada otot. Penuhi asupan elektrolit Anda saat akan berolahraga dengan mengkonsumsi makanan seperti pisang, kacang-kacangan, bayam, dan yogurt

No ratings yet.

Please rate this

Mela Gunawan, Fitness Entrepreneur. Co Founder dan Chief Marketing Officer ReFIT Indonesia, Nationwide Affordable Gym. Memiliki pengalaman di bidang marketing komunikasi dan di industri Fitness sejak tahun 2012. Selain itu, Mela sangat aktif berolahraga dan bergaya hidup sehat. Visinya mendirikan ReFIT Indonesia ini yakni ingin menyehatkan seluruh masyarakat Indonesia.

Leave a Comment.