waralaba fitness

Memilih Waralaba Fitness yang Tepat

Model bisnis franchise atau waralaba saat ini memang sedang marak di Indonesia. Model bisnis waralaba dilakukan dengan cara pemilik merek dagang (franchisor) menjual hak atau lisensi bisnisnya kepada pihak kedua (franchisee). Bentuknya berupa pemberian izin dari pemakaian merek dan sistem operasional dalam jangka waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Di Indonesia, salah satu model bisnis franchise adalah waralaba fitness.

Fitness franchise ini sangat menguntungkan karena merek yang diperdagangkan sudah memiliki banyak cabang sehingga sudah dikenal luas oleh masyarakat. Kualitas sistem operasionalnya pun tidak perlu diragukan lagi sebab sudah ada franchisor yang merancangnya sedemikian rupa. Lantas, bagaimana memilih bisnis franchise fitness yang tepat?

Cek legalitas dan perizinannya

Saat pertama kali akan bekerja sama dengan orang lain, pastikan segala hal yang berhubungan dengan izin dan legalitas sudah aman. Yang dimaksud di sini bukan hanya legalitas atau perjanjian resmi antara Anda dengan pihak pemilik merek dagang waralaba fitness, tetapi termasuk pula izin serta legalitas merek dagang itu sendiri.

Jika izin dan legalitasnya aman, maka Anda bisa lanjutkan kerja sama. Tapi jika tidak, pertimbangkan untuk memilih waralaba lain dengan legalitas yang jelas dan tidak ada masalah hukum yang menimpa. Tentunya hal dasar seperti ini akan menjauhkan Anda dari keterlibatan masalah hukum di waktu yang akan datang.

Pilih franchisor dengan reputasi baik

Setelah memastikan bahwa suatu merek dagang sudah mengantongi izin dan legalitas yang jelas, hal berikutnya yang perlu Anda pertimbangkan adalah reputasi franchisor. Cari franchisor berpengalaman yang memang memiliki passion dalam bisnis yang ia jalankan. Dengan begitu, ia akan tahu banyak soal tren dan hambatan yang mungkin muncul dalam bisnis franchise fitness ini. Jika ada hal buruk terjadi, ia akan jadi partner yang memberikan Anda solusi.

Pastikan ada pendampingan usaha

Alasan utama mengapa saat ini banyak pebisnis atau investor membeli usaha franchise adalah minimnya pengalaman dalam bidang usaha tersebut. Daripada memulai bisnis baru dari awal dan berisiko tersisih dari persaingan dengan usaha sejenis, akan lebih baik jika menjalankan bisnis yang sudah memiliki nama.

Oleh sebab itu, agar bisnis waralaba yang akan Anda jalankan berkembang dengan baik, cari franchisor yang mampu memberikan pendampingan usaha selama kerja sama bisnis dilakukan. Jangan sampai franchisor lepas tangan setelah Anda membeli merek dagang dan membiarkan Anda menjalankannya sendiri.

Pilih franchisor dengan tim manajemen

Bila Anda tidak mau ribet memikirkan bagaimana set up waralaba fitness dari awal hingga pengelolaan, cari saja franchisor yang sudah memiliki tim manajemen lengkap. Dengan tim manajemen lengkap di berbagai bidang, Anda tidak perlu bingung memikirkan pengelolaan bisnis ini sendirian.

Contohnya franchise bisnis pusat kebugaran ReFIT yang sudah memiliki tim pendukung sendiri. Ada tim konstruksi, tim interior design, tim branding dan pemasaran, tim IT, HRD, hingga maintenance dan cleaning. Sebagai franchisee, Anda akan dibantu dari awal pembangunan hingga pengoperasian bisnis fitness milik Anda.

Jika Anda bergabung dengan waralaba fitness ReFIT, maka peran Anda kebanyakan hanya sebagai investor pasif. Segala hal yang berhubungan dengan konstruksi bangunan, desain interior pusat kebugaran, pengelolaan, dan hingga branding, semua akan dibantu dari tim ReFIT. Miliki gym Anda sendiri dengan bergabung jadi mitra ReFIT.

No ratings yet.

Please rate this

Sebagai pendiri dan CEO ReFIT Indonesia, Irawan Amanko berhasil melebarkan sayap ReFIT Club dan mendukung pola hidup sehat masyarakat Indonesia dengan 7 cabang ReFIT yang sudah didirikan. Irawan berkomitmen untuk mengembangkan industri fitness di Indonesia dalam menggerakkan semua lapisan masyarakat agar menjalankan gaya hidup yang sehat dan benar.

Leave a Comment.