mekanisme kerja otot

Mekanisme Kerja Otot Ketika Berolahraga

Jika ditanya, apa peran penting otot untuk tubuh? Maka jawabannya adalah otot bertugas untuk membantu gerak tubuh dan menyokong fungsi dari organ internal. Melansir dari situs Medical News Today, manusia memiliki lebih dari 600 otot—yang membentuk sekitar 40 persen dari massa tubuh. Sementara itu, mekanisme kerja otot sendiri dipengaruhi oleh perintah saraf. Untuk tahu lebih banyak, yuk baca ulasan mendalamnya berikut ini!

Jenis-Jenis Otot

Sebelum membahas tentang mekanisme kerja otot ketika berolahraga ataupun saat sedang melakukan stretching, mari mengenal jenis-jenis otot yang ada di dalam tubuh manusia.

a. Otot Lurik

Otot lurik juga sering disebut otot rangka. Jadi, jenis otot ini meliputi ribuan sarkomer atau yang lebih sering disebut unit fungsional otot. Pun, seperti namanya, otot ini sebagian besar melekat pada tulang, yang umumnya dibantu oleh serat kolagen yang disebut tendon. Selain itu, peran dari otot lurik sendiri adalah mempertahankan postur tubuh, menjaga kestabilan persendian dan tulang, serta menghasilkan panas. Cara kerja otot ini adalah dengan berkontraksi dan relaksasi. Kontraksi dan relaksasi otot juga berguna untuk menggerakan alat gerak pada tubuh manusia.

b. Otot Jantung

Seperti tersemat pada namanya, otot ini bertugas untuk mengatur detak jantung. Jadi, otot ini bekerja tanpa henti untuk memastikan jantung tetap berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh. Tentunya, jenis otot ini cuma bisa ditemukan pada jantung dan secara struktur, tampilannya juga mirip dengan otot lurik (rangka).  Otot jantung tentu saja menjadi salah satu jenis otot yang paling penting bagi manusia.

c. Otot Polos

Mekanisme kerja otot polos tidak seperti otot lurik yang harus diaktifkan lewat pikiran saat berada dalam keadaan sadar. Jenis otot ini dapat aktif secara otomatis tanpa pernah kita sadari. Tugas dari otot polos antara lain membuat otot berkontraksi pada dinding usus sehingga bisa mendorong makanan, menciptakan kontraksi di rahim wanita ketika melalui persalinan, atau mengecilkan/membesarkan pupil untuk menyesuaikan jumlah cahaya yang ditangkap oleh mata.

Salah satu hal terpenting dalam mekanisme kontraksi otot adalah adanya sinyal dari otak dan energi dari makanan yang dikonsumsi. Mekanisme kerja otot dapat dijabarkan menjadi beberapa tahapan, yaitu:

1. Sinyal dari sistem saraf

Dimulai dari sinyal dari sistem saraf yang diteruskan melalui saraf motorik dan diterima oleh sel-sel otot.

2. Reaksi kimia dalam otot

Yang terjadi selanjutnya dalam mekanisme kontraksi otot adalah sinyal dari sistem saraf akan diterima oleh asetilkolin, yang kemudian merangsang  merangsang kinerja senyawa aktin dan miosin. Dari kinerja senyawa aktin dan miosin ini, akan memicu berbagai reaksi kimia membuat otot memendek atau kontraksi otot.

3. Melemasnya otot

Saat sinyal dari sistem saraf sudah tidak diberikan lagi maka reaksi kimia dalam otot akan kembali seperti semula, otot akan memanjang atau melemas. inilah akhir dari mekanisme kontraksi otot.

Apa yang Terjadi pada Otot Ketika Sedang Melakukan Stretching?

Dikutip dari situs Massachusetts Institute of Technology, ketika otot diregangkan, beberapa seratnya akan memanjang, sementara lainnya mungkin akan tetap dalam posisi yang sama. Di sisi lain, panjang peregangan otot juga sangat dipengaruhi oleh jumlah serat yang ikut berkontraksi. Ya, ini nantinya akan sangat berhubungan dengan fleksibilitas otot masing-masing orang.

Lantas, Kenapa Stretching Sangat Penting dalam Olahraga?

Dipaparkan oleh David Nolan, seorang ahli terapi fisik di Massachusetts General Hospitalstretching atau peregangan harus dilakukan secara teratur, setiap hari, karena itu menjaga otot tubuh tetap lentur dan sehat. Tentunya, kelenturan otot sangat dibutuhkan dalam menyokong berbagai gerakan yang terjadi pada persedian.

Karena jika tidak memiliki tingkat fleksibilitas yang baik, otot akan memendek dan jadi kaku. Alhasil, saat dipakai olahraga atau beraktivitas, otot tidak bisa memanjang secara maksimal sehingga kamu akan lebih rentan mengalami masalah seperti nyeri sendi, otot tegang atau bahkan kerusakan otot.

Untuk jenis peregangan sendiri umumnya terbagi jadi dua, yakni statis dan dinamis. Untuk static stretching atau peregangan statis, jenis ini menawarkan formulasi yang lebih lambat. Jadi, kamu harus bertahan dalam gerakan tertentu selama sekitar 15 sampai 60 detik.

Sebaliknya, peregangan dinamis dilakukan secara cepat, seperti misalnya menggerakkan kepala ke samping kiri dan kanan secara bergantian dan cepat. Namun, sebagian besar ahli setuju kalau metode peregangan dinamis (balistik) tergolong berbahaya karena memberikan terlalu banyak tekanan pada jaringan ikat dan otot tubuh.

Oleh karenanya, mari kenali bagaimana mekanisme kerja otot di tubuh sehingga kamu pun bisa lebih memaksimalkan fungsinya!

No ratings yet.

Please rate this

Mela Gunawan, Fitness Entrepreneur. Co Founder dan Chief Marketing Officer ReFIT Indonesia, Nationwide Affordable Gym. Memiliki pengalaman di bidang marketing komunikasi dan di industri Fitness sejak tahun 2012. Selain itu, Mela sangat aktif berolahraga dan bergaya hidup sehat. Visinya mendirikan ReFIT Indonesia ini yakni ingin menyehatkan seluruh masyarakat Indonesia.