perbedaan cutting dan bulking

Ketahui Perbedaan Cutting dan Bulking

Teknik cutting dan bulking merupakan dua istilah dalam dunia binaraga. Keduanya memiliki perbedaan dan tujuan yang bagus dalam pembentukan tubuh. Namun, masih banyak yang belum memahami kedua teknik tersebut sehingga keliru saat menerapkan. Bukannya mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, malahan menjadi tidak seimbang. Tentu saja Anda tidak menginginkan hal itu terjadi, bukan?

Nah, untuk mengetahui teknik mana yang tepat untuk diri sendiri, sebaiknya ketahui dahulu perbedaan cutting dan bulking. Intip pembahasannya berikut ini!

Cutting

Sederhananya, teknik cutting dapat berarti pengencangan atau pengeringan otot. Sebagai contoh, seseorang mempunyai berat badan yang melebihi normal. Cara menyeimbangkannya adalah dengan menurunkan berat dan membentuk otot. Nah, otot manusia bisa disebut basah karena mempunyai kandungan lemak yang banyak. Apabila berat badan sudah di atas normal dan melakukan bulking, tubuh malah jadi membesar.

Teknik cutting dapat pula disebut sebagai pemangkasan jumlah lemak dalam tubuh. Caranya ialah dengan membakar lemak melalui proses metabolisme. Proses ini mengolah protein, karbohidrat, dan lemak menjadi energi. Jadi, sangat dianjurkan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi protein dalam proses cutting.

Tak hanya itu, asupan lemak tak jenuh dan karbohidrat kompleks juga penting. Beberapa makanan berlemak tak jenuh yang bisa dikonsumsi, yakni ikan yang kaya omega-3. Sementara itu, karbohidrat kompleks dapat diperoleh dari roti gandum. Perbanyaklah sayur dan buah supaya proses metabolisme tubuh menjadi lancar. 

Perbedaan cutting dan bulking juga terletak pada jumlah pengulangan dan beban latihannya. Saat melakukan teknik cutting, terjadi penambahan repetisi dan pengurangan beban. Sebaliknya, teknik bulking lebih mengutamakan beban ketimbang jumlah pengulangan.

Latihan dalam teknik cutting yang bisa Anda lakukan adalah mengangkat beban ringan atau sedang. Ulangi gerakan angkat beban dalam jumlah 10―12 repetisi. Jangan sampai menggunakan beban yang terlalu berat. Itu karena tujuan proses cutting adalah untuk mengeringkan otot.

Bulking

Tujuan bulking berbanding terbalik dengan cutting. Bulking berfokus pada penambahan massa otot. Sayangnya, masih banyak orang salah kaprah dalam mengartikan teknik ini. Mereka berpikir bahwa bulking hanya mengutamakan penambahan berat badan semata. Segala makanan dikonsumsi tanpa memperhatikan kebutuhan nutrisi tubuh. Alhasil, massa otot dan berat tubuh menjadi tak seimbang.

Teknik bulking cocok untuk Anda yang hendak melakukan program kebugaran dan belum punya berat badan ideal. Oleh karena fokus pada penambahan massa otot, konsumsi harian perlu dijaga dengan baik. Salah memilih makanan dan minuman dapat meningkatkan timbunan lemak. Akhirnya, proses pembakaran lemak nantinya menjadi lebih sulit.

Bukan berarti lemak tidak dibutuhkan tubuh saat bulking. Anda hanya perlu mengurangi asupan lemak jenuh dan memperbanyak konsumsi lemak tak jenuh. Selain itu, istirahatlah yang cukup setiap hari selama 7―8 jam sehari. Fokuslah melakukan latihan yang menargetkan bahu, kaki, punggung, dan dada.

Lakukan pula gerakan kardio secukupnya untuk menghindari penimbunan lemak berlebih. Tidak mesti melakukannya secara berlebihan. Cukup jaga kadar lemak sehingga yang bertambah bukanlah berat tubuh, melainkan massa otot.

 

Itulah perbedaan cutting dan bulking yang patut Anda pahami. Ternyata, pemilihan teknik yang tepat sangat berpengaruh pada idealnya bentuk badan, ya? Keduanya memang sama-sama baik bagi tubuh. Namun, sangat perlu memperhatikan kondisi diri: apakah kekurangan berat, normal, atau kelebihan berat? Lengkapi juga asupan sehari-hari dengan suplemen yang tepat.

Jangan lupa kunjungi ReFIT untuk mengetahui informasi seputar dunia binaraga!

No ratings yet.

Please rate this

Mela Gunawan, Fitness Entrepreneur. Co Founder dan Chief Marketing Officer ReFIT Indonesia, Nationwide Affordable Gym. Memiliki pengalaman di bidang marketing komunikasi dan di industri Fitness sejak tahun 2012. Selain itu, Mela sangat aktif berolahraga dan bergaya hidup sehat. Visinya mendirikan ReFIT Indonesia ini yakni ingin menyehatkan seluruh masyarakat Indonesia.