Faktor yang Jadi Penyebab Massa Otot Menyusut

Otot yang menyusut adalah salah satu dari gejala atrofi otot, yaitu kondisi ketika otot berhenti berkembang dan mengalami penyusutan dan penurunan massa otot. Keadaan tersebut tidak hanya bisa terjadi pada orang dengan lanjut usia (lansia), tapi juga pada orang yang masih dalam usia produktif. Lantas, apa yang menjadi penyebab dari atrofi otot? Berikut jawabannya, simak baik-baik, ya!

1. Kekurangan nutrisi

Asupan nutrisi yang buruk menimbulkan berbagai kondisi kesehatan, termasuk atrofi otot. Seseorang yang melakukan diet rendah protein tanpa lemak, buah-buahan, dan sayuran dapat menyebabkan penurunan massa otot.

Atrofi otot yang terkait dapat malnutrisi dapat berkembang sebagai akibat dari kondisi medis yang mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi, seperti:

· Sindrom iritasi usus

· Penyakit celiac

· Kanker

· Cachexia

2. Intensitas olahraga yang kurang

Olahraga menjadi salah satu kunci penting untuk mempertahankan massa otot. Otot juga hanya akan merespon beban latihan yang lebih berat untuk dapat berkembang lagi, sehingga apabila intensitas olahraga berkurang atau menjadi lebih ringan, massa otot akan berangsur-angsur menjadi lebih kecil.

Jadi, jika kamu sudah rutin melakukan olahraga, coba untuk melakukan latihan kekuatan dan mulailah berfokus pada bagian otot yang lebih spesifik seperti kaki, pinggang, perut, dada, dan pundak.

Jangan pernah sekalipun berpikiran untuk menghentikan semua latihan fisik jika kamu ingin massa otot tetap ada, dan cobalah untuk meningkatkan frekuensi dan intensitas latihan.

3. Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, tubuh menghasilkan lebih sedikit protein yang mendorong pertumbuhan otot. Pengurangan protein yang tersedia ini menyebabkan sel otot menyusut hingga mengakibatkan kondisi yang disebut sarcopenia.

Menurut laporan Food and Drug Administration (FDA), sarcopenia memengaruhi hingga sepertiga orang berusia 60 tahun ke atas.

Selain itu, hilangnya massa otot mungkin merupakan hasil yang tak terhindarkan dari proses penuaan alami. Namun, hal itu dapat meningkatkan risiko cedera dan berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.

4. Kondisi medis

Selain tiga penyebab tadi, otot yang menyusut bisa menjadi tanda atau komplikasi dari gangguan kesehatan serius. Penyakit tersebut di antaranya adalah:

· Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS): Juga disebut penyakit Lou Gehrig, ALS mencakup beberapa jenis yang merusak sel saraf motorik yang mengontrol otot.

· Multiple Sclerosis: Kondisi kronis ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf pusat sehingga menyebabkan peradangan berbahaya pada serabut saraf.

· Arthritis: Arthritis mengacu pada radang sendi yang menyebabkan rasa sakit dan kaku. Arthritis dapat sangat membatasi mobilitas seseorang, yang dapat menyebabkan tidak digunakannya otot dan atrofi.

· Myositis: Istilah myositis mengacu pada radang otot. Kondisi ini menyebabkan kelemahan otot dan nyeri. Orang dapat mengembangkan myositis setelah infeksi virus atau sebagai efek samping dari autoimun.

· Polio: Penyakit menular polio menyerang sistem saraf. Ini menyebabkan gejala seperti flu dan dapat menyebabkan kelumpuhan secara permanen.

Nah, tadi adalah beberapa penyebab otot menyusut. Pastikan untuk menjaga kondisi tubuh dan cukupi nutrisimu. Selain itu, jika otot menyusut secara drastic, segeralah cek kondisi tubuhmu pada dokter. Kamu juga bisa mengonsumsi suplemen untuk penambahan nutrisimu.

No ratings yet.

Please rate this